KONSULTASI PENDIDIKAN

Created by Optima HRD on Sat, 09/10/2011 - 20:00

Semua orangtua pastinya mengharapkan anaknya berhasil atau berprestasi di sekolah. Tetapi betapapun besarnya keinginan tersebut, tidak semua anak dapat memenuhi harapan orangtuanya. Dalam proses belajar yang dijalaninya, tidak jarang anak mengalami kesulitan belajar dan menemui hambatan belajar;  baik secara fisiologi, psikologis maupun sosiologis. Misalnya gangguan motorik,  sulit konsentrasi, sulit menghafal, sulit dalam hitungan, sekolah tidak sesuai dengan keinginan anak, tidak suka gurunya, bullying, putus pacar, guru pilih kasih, terpinggirkan dalam pergaulan, merasa diri tidak mampu, tidak termotivasi, mudah terbawa pergaulan buruk, sulit mendapatkan teman, merasa terhambat atau aspirasi tidak tersalurkan dll).  Berbagai persoalan tersebut kerap menimbulkan ketegangan secara emosional pada diri anak yang kemudian membawa ketegangan  para orangtuanya.  Biasanya hubungan antara orangtua dengan anak juga terganggu atau mengalami ketegangan.

Di tengah beratnya beban anak menghadapi berbagai problem di sekolahnya menjadi semakin berat ketika anak kesulitan mengungkapkan beban pikiran atau perasaannya  dan  orangtua juga kesulitan menggali informasi tentang persoalan yang dihadapi anaknya. Keadaan ini berpotensi munculnya kesalah-pahaman karena pada akhirnya orangtua  cenderung akan terus menerus memberikan solusi kepada anak dalam bentuk nasehat dan nasehat dengan harapan persoalan yang dihadapi anaknya dapat segera teratasi. Namun sayangnya tanpa orangtua sadari bahwa solusi dan nasehat tersebut belum tentu tepat sesuai dengan persoalan yang dihadapi anaknya. Seringkali nasehat orangtua yang diberikan terus menerus kerap dipersepsi anak sebagai tuntutan yang akhirnya justru semakin menambah beban bagi anak. Anak merasa ditekan dan dipaksa.  Hubungan tidak harmonis antara orangtua dan anak di rumah  menjadi tak terelakkan dan hal ini akan semakin membuat anak tidak nyaman. Sebagian anak mengurung diri di kamar dan menghindari komunikasi dengan orangtua.  Sebagian anak lagi “melarikan diri” dari masalah (sekolah dan orangtua) dengan bergabung pada kelompok-kelompok di luar sekolah dan di luar rumah yang memberinya kegembiraan tanpa beban. Persoalan baru-pun muncul dan semakin akumulatif yang akhirnya semakin membuat anak frustrasi.  Begitupun orangtua.

 

OPTIMA, dengan psikolog yang telah berpengalaman praktek psikologi lebih dari 15 tahun, siap mendengarkan  untuk memahami persoalan yang dihadapi dan dirasakan anak maupun oleh orangtuanya sesuai perspektif masing-masing secara obyektif. Problem yang ada didudukkan pada kedua belah pihak secara proporsional untuk secara bersama-sama menemukan solusi yang mampu dijalankan anak dan juga orangtuanya.