Stimulasi & Parenting (Balita – Anak – Remaja)

Created by Optima HRD on Sat, 09/10/2011 - 20:10

Dalam perjalanan hidupnya, setiap individu tanpa kecuali akan melalui siklus hidup yang sama, yaitu secara bertahap sesuai dengan masa atau usia perkembangannya. Pada  tiap tahap perkembangan memiliki tugas perkembangan yang harus dipenuhi agar mencapai tingkat perkembangan psikologis dan kematangan mental sesuai usianya. Pemenuhan tugas perkembangan secara optimal pada masing-masing tahap  menjadi penting karena sangat menentukan keberhasilan seseorang untuk memenuhi tugas perkembangan pada tahap atau masa perkembangan berikutnya dan akan berimplikasi terhadap keberhasilan dalam kehidupannya di masa mendatang.

Jika pemenuhan tugas perkembangan pada masa sebelumnya tidak optimal maka akan terjadi keterlambatan perkembangan dan jika terjadi terus menerus maka akan terjadi suatu keadaan dimana terjadi stagnasi atau kemandegan perkembangan. Umur bisa jadi terus bertambah, namun sikap dan perilaku mengalami kemandegan perkembangan pada masa tertentu. Hal ini terlihat, terutama adanya indikasi ketidak-matangan berpikir, ketidak-matangan emosi dan sosial pada orang-orang dewasa dalam menghadapi dan mengatasi problem hidupnya.

Ketidak-matangan tersebut secara otomatis akan berpengaruh terhadap kehidupan pribadi dan kehidupan sosialnya bahkan  kehidupan karirnya. Karena sikap dan perilaku yang tidak mencerminkan tingkat usianya akan sulit mendapat penerimaan secara sosial dan hal ini menghambat harmonisasi hubungan pribadi, hubungan sosial maupun hubungan kerjanya. Perkembangan mental atau psikologis bersifat kontinuitas atau bertahap. Selayaknya tugas perkembangan tersebut dipenuhi – tidak sekedar tumbuh secara alamiah – namun juga harus diberikan stimulasi yang tepat sejak lahir hingga ajal menjemput agar optimal.

Dengan psikolog yang berpengalaman dalam psikologi perkembangan, OPTIMA siap mendampingi para orangtua mengevaluasi tingkat perkembangan anak untuk tiap masa perkembangannya  agar terjadinya keterlambatan perkembangan dapat diantasipasi sehingga dapat dilakukan stimulasi yang lebih intensif.  Sdengan demikian terjadinya  penundaan yang berakhir pada kemandegan perkembangan dapat dihindari sejak dini.

Evaluasi Tumbuh Kembang dapat dilakukan sejak bayi usia 3 bulan dan dilakukan secara periodik minimal per dua bulan  sebelum usia 1 tahun dan dapat dilakukan  evaluasi secara periodik per empat bulan pada usia atntara 1 – 5 tahun. Selanjutnya pemantauan dan evaluasi perkembangan dapat dilakukan setiap tahun hingga anak usia 17 tahun.